SOSIALISASI "BERBAGI PEMAHAMAN & PENGALAMAN KONSEP KUNCI BUDAYA POSITIF AKSI NYATA MODUL 1.4 PAKET MODUL 1 PGP"

 KONSEP KUNCI BUDAYA POSITIF AKSI NYATA MODUL 1.4 PAKET MODUL 1 PGP

      Link PMM : https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/video/137757

      Link Youtobe : https://youtu.be/Ik0jv0nB2jg

             Kegiatan sosialisasi berbagi pemahaman dan pengalaman konsep kunci Budaya Positif modul 1.4 Paket Modul 1 Program Guru Penggerak (PGP) dilakukan di SMP Unismuh Makassar, pada Hari Rabu, 27 Oktober 2022. Pada kegiatan ini dihadiri oleh Guru dan Pembina Asrama SMP Unismuh Makassar. Berikut dokumentasi kegiatannya:


Sosialisasi kepada Guru dan Pembina Asrama SMP Unis Makassar

2.1 Disiplin Positif dan Nilai-nilai Kebajikan Universal 

            Berasal dari bahasa Latin, ‘disciplina’, yang artinya belajar. Makna asal dari kata ini berkonotasi dengan disiplin diri dari murid-murid Socrates dan Plato. Disiplin diri membuat orang menggali potensinya menuju sebuah tujuan, apa yang dia hargai. Namun dalam budaya kita, makna kata disiplin telah berubah menjadi sesuatu yang dilakukan seseorang pada orang lain untuk mendapatkan kepatuhan. Kecenderungan umum adalah menghubungkan kata disiplin dengan ketidaknyamanan, bukan dengan apa yang kita hargai, atau pencapaian suatu tujuan mulia.

            Nilai-nilai kebajikan adalah sifat-sifat positif manusia yang merupakan tujuan mulia yang ingin dicapai setiap individu. Nilai-nilai tersebut bersifat universal, dan lintas bahasa, suku bangsa, agama maupun latar belakang. Setiap perilaku/perbuatan memiliki suatu tujuan. (Dr. William Glasser pada Teori Kontrol, 1984). Dengan mengaitkan nilai-nilai kebajikan yang diyakini seseorang maka motivasi intrinsiknya akan terbangun, sehingga menggerakkan motivasi dari dalam untuk dapat mencapai tujuan mulia yang diinginkan. (Diane Gossen, 1998). Nilai-nilai kebajikan yang ingin dicapai oleh setiap anak Indonesia kita kenal dengan Profil Pelajar Pancasila. 

- Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia. 

- Mandiri 

- Bernalar Kritis 

- Berkebinekaan Global 

- Bergotong royong 

- Kreatif

2.2 Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi 

Motivasi

        Diane Gossen dalam Bukunya Restructuring School Discpline, menyatakan ada 3 Motivasi perilaku Manusia:

- Untuk menghindari ketidaknyamanan

- Untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan dari orang lain

- Untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya.



Hukuman, Konsekuensi, dan Penghargaan

        Bahwa penghargaan berlaku ‘sama’ dengan hukuman, dalam arti meminta atau membujuk seseorang melakukan sesuatu untuk memenuhi suatu tujuan tertentu dari orang yang meminta/membujuk. 

Hukuman dan Konsekuensi


Pengaruh Penghargaan

Dorongannya eksternal dan ada faktor ketergantungan. Beberapa dampak dari pemberian penghargaan (Alfie Kohn, 1993).

Hukuman dan Penghargaan



Contoh Tindakan dalam Penerapan Hukuman dan Konsekuensi


Restitusi

           Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat. Restitusi juga merupakan proses kolaboratif yang mengajarkan murid untuk mencari solusi untuk masalah mereka, dan membantu murid berpikir tentang orang seperti apa yang mereka ingin menjadi (tujuan mulia), dan bagaimana mereka harus memperlakukan orang lain (Gossen; 2004).

9 Ciri-Ciri Restitusi:

1. Bukan untuk menebus kesalahan, namun untuk belajar dari kesalahan. 

 2. Memperbaiki hubungan. 

3. Tawaran, bukan paksaan. 

4. Restitusi menuntun untuk melihat ke dalam diri. 

5. Restitusi mencari kebutuhan dasar yang mendasari tindakan. 

6. Restitusi-diri adalah cara yang paling baik. 

7. Restitusi fokus pada karakter bukan tindakan. 

8. Restitusi fokus pada solusi. 

9. Restitusi mengembalikan murid yang berbuat salah pada kelompoknya.

Perbedaan Hukuman, Konsekuensi, dan Restitusi



2.3 Keyakinan Kelas 

Mengapa tidak peraturan saja, mengapa harus Keyakinan Kelas?

a. Mengapa kita memiliki peraturan harus menggunakan helm bila mengendarai kendaraan roda dua?  Mengapa kita memiliki peraturan 3M, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak 1.5 meter? 

b. Mengapa kita memiliki peraturan harus datang tepat waktu pada saat mengikuti pelatihan? 

c. Untuk mendukung motivasi intrinsik, kembali ke nilai-nilai/keyakinan-keyakinan lebih menggerakkan seseorang dibandingkan mengikuti serangkaian peraturan-peraturan.

Keyakinan kelas nantinya bisa ditanamkan mulai dari Peraturan kelas, Keyakinan kelas, Lingkungan Positif, Budaya Positif. Sebagaimana pada gambar diagram dibawah ini:



2.4 Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas 



2.5 Restitusi: 5 Posisi Kontrol 



2.6 Restitusi: Segitiga Restitusi 

         


Link Praktek Penerapan Segitiga Restitusi:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KULIAH RAMADHAN VERSI SMP UNISMUH MAKASSAR T.P 2022/2023